Oleh: laskardp | Juli 15, 2010

Materi: Peta Pita

Penjelajahan adalah salah satu kegiatan yang sering kali dilakukan bahkan terkadang tidak bisa disebut pramuka seseorang jika belum pernah mengikuti penjelajahan. hehehehe :) “itu sih saya yang bilang” :). Penjelajahan adalah salah satu kegiatan pendidikan dalam Gerakan Pramuka dengan tujuan melatih kekuatan fisik yang bisa menghasilkan tubuh yang sehat, memupuk rasa kebersamaan dan rela menolong dan melatih untuk bertahan hidup di alam bebas (survival).

Sebelum Melakukan Penjelajahan seorang Pramuka harus mempersiapkan beberapa peralatan penting seperti Kotak P3K, Kompas dan Peta perjalanan beserta peta pitanya. Pada Kesempatan Ini kita akan coba membahas apa yang dimaksud Peta Pita, fungsinya, dan bagaimana cara menggunakannya.

Sekarang Kita Mulai,,,, Sudah Siap ya semua :P

Peta pita adalah untuk menggambarkan keadaan perjalanan yang telah dilakukan dari suatu tempat ke tempat lainnya,misalnya penjelajahan di suatu tempat maupun itu di sekitar perkampungan ataupun di dalam hutan.

Yang Dibutuhkan saat membuat peta pita, Pensil, penghapus, penggaris, jam, kompas, dan papan (meja jalan)

Jenis Peta Pita yang Biasa digunakan di Bengkulu

Sekarang kita akan mencoba mempelajari bagian-bagian dari petapita seperti gambar di atas.

N0.  >> Untuk meletakkan nomor urut.

Waktu >> kolom ini berisikan waktu saat kita melakukan bidik ketika ada perubahan arah perjalanan.

Jarak >> kolom jarak berisikan Jarak dari titik bidik sebelumnya ke titik saat kita berdiri. pada contoh di atas, baris ke-3 dapat kita lihat jaraknya 520 m yang merupakan jarak dari titik saat sedang mengisi baris ke-2 sampai saat kita mengisi baris ke-3 … “Bingung ya… hehehehe :)

Arah >> Kolom arah berisikan arah  berupa derajat yang ditentukan dengan kompas ketika terjadi perubahan arah.

Kiri >> kolom Kiri berisikan Tanda Medan sesuai keadaan lingkungan sebelah kiri kita saat kita melakukan bidikan arah.

Kanan >> sama halnya kolom Kiri, kolom kanan juga berisikan Tanda Medan sesuai keadaan lingkungan sebelah kiri kita saat kita melakukan bidikan arah.

TB (Titik Balik) >> berisikan lawan arah (dalam derajat)  dari arah perjalanan kita. Jika pada kolom Arah berisikan lebih kecil dari 180 makan pada kolom TB = arah + 180, begitu sebaliknya jika kolom arah berisikan nilai yang lebih besar dari 180 maka kolom TB= arah – 180. Jika kita terlanjur memilih arah yang salah saat melakukan perjalanan maka, maka Titik Balik dapat mengantarkan kita ke tempat semula.

TS (Titik Sasaran) >> ini adalah titi sasaran saat kita membidik untuk menentukan arah.

Keterangan >> Bisa diisikan keadaan sekitar saat kita melakukan bidikan arah.

“gimana…. sampai di sini bisa dipahami kan???? :P

Berikut adalah contoh Peta Pita lainnya.

Nah Buat Kakak-kakak Pembina siapa yang bisa menggabungkan kedua jenis peta pita di atas agar bisa menjadi lebih sempurna. karena kedua contoh peta pita tersebut masing-masing memiliki kekurangan. pada contoh ke-2 tidak memiliki kolom TB (titik Balik) padahal itu sangat penting seperti yang dijelaskan diatas. ditunggu kabarnya ….. hehehehe

semoga materi ini membantu….

SALAM PRAMUKA,

Herlambang Wijaya PR

About these ads

Responses

  1. wow peta pita yang keren,,
    mengingatkan saat2 smp dengan berbagai penjelajahan menggunakan bantuan peta pita (seberannya tugas c,, hihihi….)

    peta pita pertama adalah peta pita yang sudah lumrah digunakan bagi sebagian besar pramuka di Bengkulu dan saya juga sudah lumayan hafal (yaa iyalah, wong dulu kalo hiking ane jadi juru petanya). tanda medan dan menu yang ada cukup memudahkan untuk dibaca dan dimengerti.
    sebagai pengguna setia peta pita jenis pertama, tidak terlalu banyak kendala menggunakannya. hanya saja interpretasi kedalam peta perjalanan (peta gambar berupa skets dari olahan peta pita) yang kadang sedikit menyulitkan. pada peta pita, biasanya juru peta hanya menggunakan intuisi berdasarkan langkah kakinya untuk menentukan jarak antar titik bidik (1langkah = 30-50 cm, tergantung lebar langkah anda; 3:1m atau 2:1m) dan tak ada jarak pasti. saat menggambar peta perjalanan dengan skala tertentu, terkadang beberapa kasus menghasilkan start dan finish yang barada tidak tepat pada 1titik (jika bentuk perjalanan anda siklik). hal ini diakibatkan oleh akumulasi dari perbedaan jarak antar titik yang tidak bisa dihitung secara pasti.
    oleh karana itu, penggambaran yang agak sedikit berbeda pada peta perjalanan dianggap sah-sah saja selama masih mengacu pada peta pita yang dibuat.

    untuk jenis peta pita kedua saya tidak tau pasti penggunaannya karena masih terlihat cukup asing dan belum pernah menggunakannya.
    jarak, waktu, serta tanda medan cukup jelas (bahkan sangat jelas) dalam peta jenis ini. hanya saja arah peta sulit dimengerti (apalagi untuk orang awam). penentuan arah paling mudah memang dengan menggunakan koordinat, karena koordinat mata angin sudah sangat baku. penunjukan arah pada peta kedua bisa saja salah dimengerti, apakah itu arah mata angin atau arah jarum jam (posisi yang salah dikhawatirkan juga menghasilkan arah yang salah).
    untuk peta kedua ini saya tidak bisa komen banyak, karena juga tidak menguasai.
    hanya masalah arah serta titik sasaran dari arah tersebut yang saya soroti.

    terima kasih semoga bermanfaat.
    jikalau ada yang salah mohon dikoreksi…

    salam,,
    ex. Wapinru Regu Zebra

    Dharmapalaaa…….
    JAYA. . . . . . . !!!!

    • Nah untuk yang ke-2 itu arahnya ttp pake drajat dan juga digambarkan arahnya.

  2. Nah gitu dung kalo kasih komentar… yang panjang sekalian… hahahaha… sekarang dah am coba pake yang standar Nasional gil peta pitanyo…. am tambahin 2 kolom lg, TB dan TS, cz kalo yang standar nasional idak pake TB n TS, padahal itu kan penting nian.

  3. aduw2 jd mengingatkan maza2 smp dlu………..
    hhhehehehhe

  4. mang mano yg standar nasional jay,, tipe 1 ato 2 ?
    ouw yaa,,
    yg di tipe 2 cuma ada visualnyo,,
    arah mata angingya (derajat) dak di tulis tuu…

  5. yang tipe 2, cz ado di buku panduan dari kwarnas gil….

    nah yang tipe 2 am gabungin ke yang 1, jd kolomnyo lebih lengkap.

  6. peta pita….
    hemm…byk yang tau teori tp sedkt sekali yg tau perakteknya.
    sy sependpt dgn comnt yg kedua and ragiel.

    ht2 ja yg baru belajr bkn peta pita. jgn jadikn pedomn utk kembali kelokasi. tar nyasar loh. hehee..e.e.

  7. tanda – tanda peta pita mana ya ????

  8. sulit amat
    ada tips yg biar kita bs ngerjakan lbh udah g???

  9. menurut ane mendingan pake yang kedua tapi jangan pake arah mata angin, tapi pake derajat kompas aja..,
    kita ga perlu terlalu monoton dengan aturan dr kwarnas, kita kan pramuka, tempatnya orang untuk berkarya, kalo ada cara yang lebih mudah ngapa pake yang susah????

  10. sip kak setuju


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: